Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 November 2018

Belajar Budaya Jepang bersama Ayano-san

2018年02月24日
Yukata


Pada ekskul rutin yang diadakan hari Sabtu, 24 Februari 2018 kita kembali lagi belajar budaya Jepang bersama Ayano-san dan juga ditemani oleh Ati-sensei. Kali ini kita akan belajar cara memakai Yukata.

Yukata adalah jenis kimono yang dibuat dari bahan kain katun tipis tanpa pelapis. Menurut urutan tingkat formalitas, yukata adalah kimono nonformal yang dipakai pria dan wanita pada kesempatan santai di musim panas, misalnya sewaktu melihat pesta kembang api, matsuri (ennichi), atau menari pada perayaan obon. Yukata dapat dipakai siapa saja tanpa mengenal status, wanita sudah menikah atau belum menikah.




Ayano-san menjelaskan cara memakai Yukata


link penjelasan : https://id.wikipedia.org/wiki/Yukata




楽しい ね..!!!


Belajar Budaya Jepang bersama Ayano-san

2018年01月27日
Onigiri


Pada ekskul hari Sabtu, 27 Januari 2018 Seini Yumeno seperti biasanya mengadakan ekskul rutin, tapi kali ini ekskulnya gak biasa loh karena kita akan membuat onigiri yang dipandu dengan Ayano-san dan ditemani juga oleh Ati-sensei. Ada yang tahu Onigiri itu apa?

Onigiri atau dalam bahasa Indonesianya nasi kepal merupakan makanan berupa nasi yang dipadatkan sewaktu masih hangat sehingga berbentuk segitiga, bulat, atau seperti karung beras. Isi onigiri bisa berupa lauk apapun, onigiri jenis paling sederhana biasanya berisi daging ikan salmon panggang atau umeboshi (asinan kering). Di Jepang, onigiri merupakan bekal makan siang sewaktu piknik atau dimakan di perjalanan. Onigiri juga merupakan makanan yang dibuat sendiri di rumah yang cara pembuatannya diwariskan secara turun temurun.


Cara membuat onigiri cukup mudah pertama siapkan nasi yang masih hangat lalu siapkan plastic wrap. Taruh nasi yang masih hangat tadi diatas plastic wrap secara menyebar lalu letakkan lauk yang anda sukai ditengah nasi. Bentuklah nasi tersebut berupa segitiga atau bulat. Yang terakhir bungkus onigiri dengan nori. Onigiri pun siap disajikan.



Anggota Seini Yumeno belajar membuat onigiri

Ayano-san menerangkan cara membuat onigiri


Dan ini dia hasil onigiri kami




link penjelasan :  https://id.wikipedia.org/wiki/Onigiri



楽しい ね..!!!


Senin, 13 Februari 2017

Belajar Budaya Jepang bersama Yama-san

2017年02月13日
Sushi & Yama-san no Tanjoubi


Bila biasanya kegiatan ekskul bersama Yama-san diadakan saat minggu terakhir dalam suatu bulan, namun tidak untuk bulan Februari ini. Kenapa? Karena Yama-san akan segera kembali ke Jepang pada awal Maret. Sehingga, pertemuan ke-6 ini juga sebagai pertemuan ekskul terakhir bersama Yama-san sekaligus merayakan hari ulang tahun Yama-san.
Kali ini, budaya yang dipelajari adalah sushi. Setiap kelompok membuat sushi dengan kreatifitas masing-masing dan bahan bahan yang telah dibawa oleh mereka, yang pada akhirnya akan dicicipi dan dinilai oleh Yama-san. Pihak Seini Yumeno juga telah menyiapkan hidangan jajanan pasar dan minuman jahe untuk diperkenalkan serta dicicipi oleh Yama-san. Salah satu anggota Seini Yumeno juga ada yang membuat karya sebagai hadiah untuk Yama-san.





Salah satu Sushi buatan anggota Seini Yumeno

Yama-san pada saat mencoba satu satu buatan Sushi anggota Seini Yumeno
Foto bersama Yama-san dan Hasil Sushi yang telah dibikin
Hadiah dari salah satu Anggota Seini Yumeno kepada Yama-san
Kenang kenangan dari Yama-san untuk Seini Yumeno

Dan untuk mengakhiri pertemuan terakhir Seini Yumeno, kita melakukan foto bersama



山さん、ほんとうにありがとうございます!!

Selasa, 31 Januari 2017

Belajar Budaya Jepang bersama Yama-san

2017年01月30日
Sadou



Kegiatan pada pertemuan kelima atau belajar bersama keempat bersama Yama-san kali itu adalah Sadou atau upacara minum teh. Sadou adalah salah satu budaya Jepang yang sudah ada sejak lama dan masih bertahan sampai sekarang.

Cara membuat teh yang dilakukan oleh tuan rumah :
  1. Memasukkan satu atau dua cha-syak (sendok) teh hijauh ke dalam cha-wan
  2. Memasukkan air panas
  3. Mencampur teh hijau dan air panas dengan cha-sen (alat aduk)
  4. ketika sudah berbusa berkumpul di tengah cha-wan, cha-sen diangkat.
Cara meminum teh yang dilakukan oleh tamu :
  1. Memberi salam sebagai rasa terima kasih
  2. Menyentuh cha-wan dengan kedua tangan, lalu angkat dengan posisi tangan kiri diletakkan dibawah cha-wan dan posisi tangan kanan tetap berada di pinggiran cha-wan.
  3. Memutar cha-wan dengan tangan kanan 2 kali sehingga gambar bunga menghadap ke arah tuan rumah.
  4. Meminum semua teh dengan 3 tahap.
  5. Menghapus tempat meminum dengan jari tangan kanan, lalu elap dengan tisu.
  6. Memutar cha-wan ke kiri dengan tangan kanan 2 kali, lalu meletakkan cha-wan kembali.
  7. Makan kue yang telah disajikan.
  8. Menunggu dengan tenang, lalu memberi salam sebagai rasa terima kasih.
Anggota Seini Yumeno pada saat itu diajak berperan sebagai tuan rumah maupun tamu secara bergantian. Tidak hanya teh hijau asli Jepang yang dicicipi, namun setiap anggota juga mendapat 1 bungkus dorayaki dengan pilihan rasa coklat, greentea atau custard.


Anggota Seini Yumeno sebelumnya menonton cara melakukan Sadou

Alat - alat yang dipakai untuk Sadou

Pemberian instruksi kembali oleh Yama-san
Sesaat sebelum Sadou dimulai

Tuan Rumah ketika membuat Teh Hijau

Tamu saat meminum teh hijau yang disajikan tuan rumah
Tamu memakan kue dorayaki setelah meminum teh.
Tidak lupa, setelah melaksanakan upacara minum teh dan merapihkan ruang kelas, Seini Yumeno berfoto bersama dengan Yama-san dan pembina, Ati-sensei.



Selasa, 29 November 2016

Belajar Budaya Jepang bersama Yama-san

2016年11月28日
Permainan Tradisional Jepang


Pada pertemuan ke-4 bersama Yama-san, atas usul salah satu anggota Seini Yumeno, hari itu kami bermain permainan tradisional jepang, yaitu  :
  1. Mangekyou
  2. Kendama
  3. daruma-san ga koronda
  4. Kagome kagome
  5. Daruma Otoshi
Permainan dilakukan di luar ruangan, tepatnya di lapangan SMAN 13 Bekasi kecuali permainan daruma-otoshi yang membutuhkan sebuah meja. 

Mangekyou (Cermin Banyak Bunga)
Dengan sebuah benda berbentuk tabung. cara memainkannya dengan melihat dari lubang dan benda tersebut diarahkan ke sebuah cahaya.


Kendama
Hasil gambar untuk kendama

Cara memainkannya adalah dengan melemparkan bola sehingga bola berpindah pada ketiga sisi secara bergantian dan terakhir menusukkann bolanya.


Daruma-san ga koronda
Kalau permainan yang satu ini, salah satu orang akan bermain sebagai yang jaga. yang lainnya berdiri jauh dari orang yang jaga tersebut. orang yang jaga akan membelakangi pemain yang lain. pemain di anggap sebagai pemenang ketika berhasil menepuk pundak yang jaga. 
Aturan mainnya sebagai berikut  :
  • Yang jaga boleh menghadap ke belakang setelah mengucapkan "Daruma-san ga koronda"
  • Ketika yang jaga menghadap ke belakang, pemain lain tidak boleh bergerak. dan pada saat itu, yang jaga boleh berjalan jalan mengelilingi pemain.
  • Jika ada yang bergerak saat yang jaga menghadap ke belakang, pemain tersebut dinyatakan gugur.
Seini Yumeno saat bermain Daruma-san ga koronda


Kagome-kagome
Permainan ini juga salah satu pemainnya akan berjaga (penebak). permain yang jaga akan berjongkok ditengah dan sisanya mengelilinginya. cara mainnya adalah pemain yang jaga harus menebak orang yang dibelakangnya setelah lagu Kagome-kagome selesai dinyanyikan.

Lirik lagu kagome-kagome  :
Kagome kagome
kaga no naka tori wa
itsu itsu deyaru
yoake no ban ni
tsuru to kame ga subetta
ushiro no syoumen da~re?


Daruma Otoshi
Permainan ini terdiri dari 6 buah kepingan (5 buah kepingan biasa dan 1 buah kepingan yang disebut daruma) dan sebuah Palu kecil. 
6 kepingan tersebut akan disusun dengan kepingan daruma ada di paling atas. Pemain akan memukul kepingan tersebut dengan aturan kepingan daruma tidak boleh roboh/jatuh. pemain dikatakan menang saat dapat memukul 5 kepingan tanpa menjatuhkan kepingan daruma.


  
Itulah cara bermain permainan yang Seini Yumeno lakukan bersama Yama-san, sampai jumpa di post selanjutnya~

Selasa, 01 November 2016

Belajar Budaya Jepang bersama Yama-san

2016年10月31日
Shoudou

Shodou (書道) atau Kaligrafi Bahasa Jepang adalah salah satu kebudayaan yang Seini Yumeno praktekan pada pertemuan ketiga dengan Yama-san. adapun alat alat yang dipakai merupakan Hanshi (kertas khusus), Fude (kuas), Suzuri (tempat tinta) dan Sumi (tinta).
Karena sedikitnya alat yang tersedia, anggota Seini Yumeno yang datang di bagi menjadi beberapa kelompok dengan tiap masing masing kelompok beranggotakan 4 orang. tiap kelompok mendapatkan 2 Fude, 1 Suzuri dan 1 Sumi. untuk Hanshi, setiap orang mendapatkan masing masing anggota mendapatkan 3 lembar. 
Sebagai pengganti Shitajiki (Alas untuk menulis kaligrafi) disediakan koran sehingga tidak mengotori meja ataupun ruang kelas yang dipakai.






Setelah selesai mengerjakan tulisan nama dengan kanji masing masing, tidak lupa kita berfoto bersama. 


Kamis, 06 Oktober 2016

Belajar Budaya Bersama Yama-san


   Pada pertemuan ekskul hari Senin, 3 Oktober 2016, kami mengadakan kegiatan "Belajar Budaya Jepang Bersama Yama-san". Dan yang kami pelajari kali ini adalah bagaimana cara membuat atau memasak takoyaki.

Pertemuan (September)


   Ekskul hari Sabtu, 10 September 2016 membahas materi LCT, yang bertajuk "All About Japan". Adapun pembahasannya terdiri dari profil negara Jepang, kosakata angka dalam bahasa Jepang, musim-musim dan festival yang ada di Jepang.

Sabtu, 03 September 2016

Demo Ekskul Penyambutan BUMN Mengajar 2016

SMA Negeri 13 Bekasi

   Dalam rangka menyambut perwakilan dari BUMN Mengajar pada hari Kamis, 28 Juli 2016, ekstrakurikuler dari SMA Negeri 13 Bekasi diminta untuk menunjukkan kebolehannya dalam demo ekskul. Japanese Club SMA Negeri 13 Bekasi juga ikut berpartisipasi dalam demo ekskul tersebut.

Selasa, 16 Agustus 2016

Demo Ekskul PLS 2016

SMA Negeri 13 Bekasi

   Pengenalan Lingkungan Sekolah (dulunya MOPDB) di SMA Negeri 13 Bekasi dilaksanakan mulai hari Senin, 18 Juli 2016 sampai dengan hari Kamis, 21 Juli 2016. Seperti biasnya, pada hari terakhir PLS, diadakan acara demo ekstrakurikuler yang diikuti oleh seluruh ekskul yang ada di SMA Negeri 13 Bekasi, termasuk ekskul Japanese Club. Demo ekskul tersebut ditujukan khususnya kepada siswa/i tahun ajaran baru, agar mereka mengetahui apa saja dan bagaimana ekskul di SMA Negeri 13 Bekasi ini.


Kamis, 14 Juli 2016

Yukata

 Dalam manga atau anime, seringkali kita melihat beberapa karakter mengenakan Yukata ketika pergi ke festival musim panas. Ya, Yukata (浴衣, baju sesudah mandi) adalah pakaian tradisonal Jepang yang casual yang digunakan oleh pria dan wanita Jepang saat musim panas serta terbuat dari katun. Orang-orang Jepang memakai Yukata untuk pergi ke semua festival musim panas serta festival kembang api.
   Istilah yukata berasal dari kata yukatabira (浴衣帷子). Mulanya katabira dipakai untuk menyebut sehelai kimono dari kain rami. Walaupun tidak lagi dibuat dari kain rami, pakaian seperti itu tetap disebut katabira.

   Yukata memiliki harga yang murah dan mudah untuk dipakai. Yukata di Jepang dibagi menjadi 3 jenis yaitu yukata untuk wanita, anak-anak dan laki-laki. Yukata dapat dipakai siapa saja tanpa mengenal status, sudah menikah atau belum menikah. Perempuan muda cenderung memakai yukata berwarna cerah dengan pola eye catching. Wanita yang lebih tua memakai warna gelap dan sederhana, pola elegan.

Sabtu, 06 Februari 2016

Obakeyashiki 2

The Coper Arsic 4 - SMA Negeri 13 Bekasi

   Bertepatan dengan acara pensi SMA Negeri 13 Bekasi (The Coper Arsic 4), Japanese Club -- Seini Yumeno juga ikut berpartipasi dalam memeriahkan acara, yaitu dengan mengadakan Obakeyashiki atau rumah hantu Jepang. 

Selasa, 04 Agustus 2015

Demo Ekskul MOPDB 2015

SMA Negeri 13 Bekasi

  Seperti biasanya, hari ketiga MOPDB digunakan untuk perkenalan ekstrakurikuler (demo ekskul) kepada kelas 10. Pada kesempatan ini, Japanese Club SMA Negeri 13 Bekasi menunjukkan kebolehannya dalam berbicara dalam bahasa Jepang dan mading ekskul. Japanese Club juga menampilkan pertunjukkan yang mewakili divisi cosplay, dan dance cover.

Mading Seini Yumeno